Infest Yogyakarta: Edukasi Perlindungan Buruh Migran Masih Minim di Tingkat Desa

Minimnya edukasi perlindungan buruh migran yang dilakukan oleh pemerintah daerah ke desa, berdampak pada ketiadaan regulasi, program, dan kegiatan pelayanan migrasi aman di desa. Buruh Migran Indonesia (BMI) pada umumnya berasal dari desa. Idealnya, desa sudah mulai belajar bagaimana memberikan layanan migrasi aman, serta sekian upaya utuk melindungi warganya yang...

Continue reading

Perempuan Dilibatkan Susun Anggaran di Banjarnegara

Banjarnegara – Keberadaan Sekolah Perempuan di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, mampu meyakinkan Arif Machbub, lurah desa tersebut untuk lebih memfokuskan anggaran pada perbaikan fasilitas umum di kawasan perbukitan. “Menurut saya itu kunci suksesnya pembangunan desa ini,” kata dia kepada Tempo awal Desember lalu. Bagi peminat wisata budaya,...

Continue reading

Perempuan Paling Rentan Terpapar Racun Pestisida

Oleh: Alimah Fauzan* “Mengerikan”, setidaknya demikian istilah yang dapat menggambarkan ekspresi para ibu di desa saat mendengar cerita tentang dampak penggunaan pestisida bagi perempuan. Cerita tersebut bukan sekadar karangan atau pun mengada-ada, namun hasil penelitian dan pengalaman pendampingan yang telah dilakukan oleh ibu Rosana Dewi. Rosana Dewi atau yang akrab...

Continue reading

Perempuan Desa Gumelem Kulon Advokasi Jaminan Kesehatan Petani Penderes Berbasis Data Kesejahteraan Lokal

Dari sekitar 2.800 Petani Penderes di Gumelem Kulon, 74 di antaranya telah terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nasib para petani penderes masih menjadi perhatian khusus para perempuan yang tergabung dalam organisasi perempuan Sidaluhur Sejati di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegera. Advokasi jaminan kesehatan bagi para...

Continue reading

Smart Kampung Pemkab Banyuwangi dan Perlindungan TKI dari Desa

Oleh: Wawan Kuswanto, Ketua SBMI Banyuwangi Salah satu program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini adalah Smart Kampung. Karena Kabupaten Banyuwangi ini sangat luas, untuk menghubungkan satu desa dengan kota saja itu butuh waktu sekitar 4,5 jam, maka pelayanan kepada warga harus didekatkatkan melalui teknologi. “Maka kami pilih...

Continue reading